
Liam, seorang duda, membesarkan putrinya, Narla, dengan berjualan roti. Untungnya, kerja keras Narla membuahkan hasil. Dia diterima di universitas bergengsi dan segera menikah dengan pria kaya setempat. Bertahun-tahun kemudian, Liam, yang sangat ingin bertemu putrinya, berjalan ke kota besar tempat Narla memulai sebuah keluarga. Sayangnya, Narla menyangkalnya, menyebut Liam seorang pengemis di depan mertuanya.